BELAJAR PANGAN LOKAL DENGAN MBAH SUMINI

   
       Mbah Sumini merupakan warga yang tinggal di desa Tanjungsari Dukuh Kemiri RT 04 RW 02 Kecamatan Jakenan  Kabupaten Pati. Beliau merupakan nenek saya. Keseharian Mbah Sumini sebagai petani yang menanam berbagai tanaman pangan lokal. Saya bertanya kepada beliau karena beliau sudah terbiasa menanam, memanen, dan mengolah tanaman pangan lokal. Pada saat musim penghujan beliau menanam padi di sawahnya. Dalam satu tahun dapat menanam dan memanen padi sebanyak dua kali. Sedangkan pada saat pergantian musim penghujan ke musim kemarau, beliau biasanya menanam kacang hijau. Mbah Sumini juga menanam singkong di halaman belakang rumahnya.
        Pada tanggal 21 Oktober 2023 tepatnya hari Sabtu pagi saya berkunjung ke rumah Mbah Sumini. Ketika saya sampai di rumah Mbah Sumini "Assalamualaikum Mbah" ucapku, kemudian dari dalam rumah terdengar suara "Walaikumsalam" dan terlihatlah mbah Sumini yang berjalan keluar menemui saya. Setelah saya tanya ternyata Mbah Sumini sedang memasak di dapur. Saya menjelaskan kepada Mbah Sumini bahwa kedatangan saya ke rumah beliau bertujuan untuk meminta informasi mengenai pangan lokal. Kemudian kami duduk di kursi yang ada di teras rumah Mbah Sumini. Saya menanyakan jenis tanaman pangan lokal, bagaimana cara menanam, cara memanen, cara mengolah, dan cara makan tanaman pangan lokal kepada beliau. Inilah hasil wawancara saya dengan Mbah Sumini.

        Menurut Mbah Sumini, menanam singkong tidaklah begitu sulit. Untuk menanam singkong kita harus mempelajari norma atau aturan menanam singkong yang baik dan benar. Serta harus siap dengan segala penyimpangan seperti hama, kekeringan, kebanjiran, dan lain-lain. Menanam singkong membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 6-8 bulan. Langkah pertama yang harus kita lakukan untuk menanam singkong yaitu memilih bibit yang unggul. Langkah kedua yaitu menyiapkan media tanam yang baik berupa tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. Selanjutnya yaitu tahap penanaman, cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek singkong kemudian tancapkan ke tanah sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian stek tertimbun tanah. Tahap selanjutnya yaitu pemeliharaan tanaman dengan cara menyiram, memupuk, dan mengompres hingga singkong siap dipanen. 
        Selain cara menanam, ada juga cara memanen. Menurut Mbah Sumini singkong dipanen dengan cara mencabut batangnya dan umbi yang tertinggal diambil dengan cangkul. Setelah dipanen singkong bisa disimpan agar bisa dimasak kapan saja.
        Adapula cara mengolah singkong yaitu menjadi tapai. Langkah pertama cuci bersih singkong. Selanjutnya kukus singkong hingga matang dan dibiarkan sampai tidak beruap. Siapkan wadah bersih, letakkan singkong yang sudah dikukus di dalam wadah yang sudah dilapisi dengan daun pisang. Kemudian beri taburan ragi di atas singkong hingga rata. Tutuplah wadah dan diamkan selama kurang lebih satu minggu. Setelah satu minggu dapat dibuka dan tapai siap untuk dimakan.
        Setelah mengolah singkong menjadi tapai, ada pula cara makan dengan menyajikan pada saat kumpul bersama keluarga dengan minum teh atau kopi diselingi dengan canda dan tawa.
        Mbah Sumini dan cerita singkongnya, merupakan bukti nyata bahwa masyarakat kita memiliki pengetahuan dan tindakan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Mbah Sumini dan bentangan sawahnya telah menjadi bukti nyata betapa melimpahnya sumber daya alam ini untuk digunakan menjadi sumber daya yang kokoh. Begitupun, cerita singkong yang memuat tentang cara menanam, memanen, mengolah, dan gaya  menikmatinya merupakan model sosial nyata. Mbah Sumini dan cerita singkongnya, merupakan bagian kecil saja dari keragaman lokal yang ada di Indonesia. Untuk itu mari bersama Mbah Sumini dan singkongnya dalam menjaga ketersediaan pangan lokal kita.
#SelamatHariPangan
#MariMenanamPangan
#MariBudidayaPanganLokal
#MenujuIndonesiaBerdaulatPangan

         

         

Postingan populer dari blog ini

BIODATA DIRI